Berpikir Komputasional

 Nama : Muhaamad Akbar Al bukhori 

Kelas : X ATU 3

NO      :23


Tema berpikir komputasional 

materi :  Dekomputasion (pemecah masalah) patern recogtion (pengenalan pola),abstration (abstraksi),dan algoritma design (desain algoritma).

Berikut artikel yang bisa langsung kamu posting di ndoming.blogspot.com. Bahasanya santai, lengkap, dan memakai contoh nyata di lingkungan SMK Negeri 1 Kedawung Sragen, khususnya Jurusan Agribisnis Ternak Unggas (ATU).


Berpikir Komputasional: Cara Sederhana Menyelesaikan Masalah ala Anak ATU

Dalam dunia yang serba cepat seperti sekarang, kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara terstruktur itu penting banget. Nah, salah satu pendekatan yang bisa kita pakai adalah berpikir komputasional. Jangan keburu mikir ini soal komputer doang ya—padahal sebenarnya ini tentang cara berpikir.

Berpikir komputasional terdiri dari empat komponen utama:

  1. Decomposition (Pemecahan Masalah)

  2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

  3. Abstraction (Abstraksi)

  4. Algorithm Design (Perancangan Algoritma)

Supaya nggak cuma teori doang, kita bahas satu-satu pakai contoh nyata di lingkungan SMK Negeri 1 Kedawung Sragen, khususnya anak Agribisnis Ternak Unggas (ATU).


1. Decomposition – Memecah Masalah Jadi Bagian Kecil

Bayangin kamu dapat tugas dari guru:
"Buat perencanaan pemeliharaan ayam broiler dari awal sampai panen."
Kalau dilihat sekilas, tugas ini kelihatan besar dan ribet. Nah, di sinilah decomposition dipakai.

Contoh Decomposition di ATU:

Tugas pemeliharaan ayam broiler bisa kamu pecah menjadi bagian-bagian kecil:

  • Menyiapkan kandang

  • Menyusun pakan harian

  • Mengatur ventilasi dan suhu

  • Memantau kesehatan ayam

  • Membersihkan kandang

  • Melakukan panen

  • Menghitung hasil dan biaya

Dengan memecah tugas besar tadi, pekerjaan jadi lebih mudah ditangani. Ibaratnya kayak makan ayam—nggak mungkin langsung ditelan utuh, pasti dicuil-cuil dulu.


2. Pattern Recognition – Mencari Pola dari Pengalaman

Kalau kamu sudah beberapa kali melakukan praktik beternak unggas, pasti ada pola-pola yang kamu sadari.

Contoh Pattern Recognition di ATU:

Misalnya:

  • Ayam broiler biasanya lebih aktif makan di pagi dan sore hari.

  • Kalau cuaca mendung, suhu kandang cenderung menurun.

  • Ayam yang pertumbuhannya lambat sering terlihat menyendiri dan kurang responsif.

  • Ketika litter terlalu lembap, bau amonia meningkat dan ayam lebih mudah sakit.

Dengan mengenali pola-pola ini, kamu bisa mengantisipasi masalah sebelum terjadi.
Misalnya, kalau sudah tahu suhu turun saat cuaca mendung, otomatis kamu siap menutup tirai kandang atau menambah pemanas.

Ini sama kayak kamu hafal pola guru yang suka mendadak ulangan… lama-lama jadi ngerti kapan harus siap belajar lebih awal.


3. Abstraction – Fokus pada yang Penting Aja

Abstraksi itu intinya menyaring informasi, mana yang penting dan mana yang bisa diabaikan.

Contoh Abstraction di ATU:

Saat mengecek kesehatan unggas, kamu sebenarnya tidak perlu memperhatikan semua hal kecil yang tidak relevan. Yang paling penting adalah:

  • Nafsu makan

  • Berat badan

  • Kondisi kotoran

  • Pernafasan

  • Pergerakan

Hal-hal seperti warna bulu yang sedikit kusam atau ayam kadang menggaruk lantai tidak selalu penting.

Dengan fokus hanya pada informasi penting, kamu bisa mengambil keputusan dengan cepat.
Ibarat milih calon gebetan: yang penting sikap dan kecocokannya, bukan warna sepatu yang dia pakai hari itu. 😆


4. Algorithm Design – Menyusun Langkah-langkah Solusi

Setelah menentukan apa yang harus dilakukan, kamu tinggal menyusun langkah-langkahnya secara urut dan logis. Nah, ini namanya algoritma.

Contoh Algorithm Design di ATU:

Algoritma sehari-hari untuk memberi pakan ayam misalnya:

  1. Cek stok pakan di gudang.

  2. Timbang pakan sesuai kebutuhan per 100 ekor ayam.

  3. Siapkan wadah pakan.

  4. Sebar pakan secara merata.

  5. Amati apakah ada ayam yang tidak mau makan.

  6. Catat jumlah pakan yang digunakan.

Kalau dibuat seperti ini, setiap siswa yang membaca langkah-langkahnya pasti bisa melakukan hal yang sama tanpa bingung.
Algoritma itu ibarat resep masakan—kalau ikuti tahapannya, hasilnya bakal sama.


Kenapa Anak ATU Penting Menguasai Berpikir Komputasional?

Karena dunia peternakan modern sekarang sudah banyak menggunakan:

  • Sistem pencatatan digital

  • Smart feeder

  • Sensor suhu otomatis

  • Pemantauan kesehatan berbasis AI

Kalau kamu terbiasa berpikir terstruktur, kamu bakal jauh lebih mudah beradaptasi dengan teknologi baru.

Lagipula, berpikir komputasional bukan cuma untuk pelajaran atau dunia kerja—di kehidupan sehari-hari pun berguna. Dari ngatur waktu belajar, manajemen uang jajan, sampai berorganisasi.


Penutup

Berpikir komputasional bukan hal rumit. Kamu tinggal memecah masalah, mencari pola, fokus pada hal penting, lalu menyusun langkah penyelesaiannya.

Kalau kamu anak SMK Negeri 1 Kedawung Sragen, khususnya Agribisnis Ternak Unggas (ATU), cobalah terapkan empat langkah ini di setiap kegiatan praktik. Lama-lama kamu bakal terbiasa dan makin jago menyelesaikan masalah.


Terima kasih sudah membaca!
Kalau kamu punya pengalaman menarik tentang kegiatan ATU atau ingin memberi saran materi lain, silakan tinggalkan komentar di bawah ya!
Jangan lupa juga kunjungi postingan lainnya di blog ini—siapa tahu ada materi yang kamu butuhkan.

Selamat belajar dan tetap semangat, calon ahli unggas Indonesia! 🐥💪


Komentar

Postingan populer dari blog ini

K3LH di Kandang Unggas: Kenapa Penting Banget dan Anak ATU Kedawung Wajib Tahu!

Literasi Digital